Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2013

Koleksi kaset Yess

Sejak pertama saya mengenal progressive rock. Kaset yang saya koleksi kebanyakan diterbitkankan oleh sebuah perusahaan rekaman bajakan bernama Yess di Bandung. Lokasi tokonya ada dijalan Bungsu, dekat Kosambi. Sebuah toko kecil yang tidak terlalu ramai, tetapi selalu saja ada pengunjung yang datang untuk sekedar berbincang tentang progressive rock sambil mendengarkan beberapa lagu. Pemiliknya menurut pendapat saya ketika itu lebih tertarik untuk mempertahankan 'taste' musiknya daripada menjual rekamannnya. Sangat idealis dan sama sekali tidak terpengaruh selera pasar. Tiap minggu saya selalu menyisihkan uang saku saya, dan membeli 1 atau 2 kaset. *Gambar dari Blog Gatot:  gwmusic.wordpress.com Sayangnya saat ini saya tak lagi punya satupun kaset Yess ini. Nanti akan saya ceritakan kemudian

Yes

"Seasons will pass you by. I get up, I get down" Yes - Close To The Edge Perkenalan pertama dengan Yes juga sebetulnya berhubungan dengan Genesis.  Setelah mencoba musik genesis selama 2-3 tahun, seorang teman meminjamkan sebuah kaset video pertunjukan genesis. Kalau saya tidak salah isinya adalah Genesis Second Out.  Tetapi rupanya dalam kaset video tersebut ada 2 video pertunjukan live, sebelum genesis adalah video live dari band yang masih sangat asing buat saya waktu itu: Yes.  Teman saya bilang: "ada band lain namanya Yes, kalau mau dengar sebaiknya dengarkan dulu kaset-kasetnya, karena musiknya rumit" Ketika saya menonton video Yes, mungkin Yessong, saya memang agak terkejut. Musiknya lebih rumit dari Genesis, sukar saya bisa mengikutinya. Dalam video itu semua pemainnya nampaknya juga sangat serius dan tidak seatraktif pertunjukan Genesis. Lagu-lagunya terdengar monoton dan panjang, dengan layar dibelakang menggambarkan keindahan alam.   Tetapi mau t...

My First Proggie Experience

" I hear only what I want to hear. But I have to believe in something have to believe in just one thing" - Supertramp, A Soapbox Opera. Perjumpaan pertama dengan Progressive Rock sebetulnya tidaklah terlalu proggie. Album musik pertama yang saya miliki adalah Abacab dari Genesis. Album yang sebetulnya tidak terlalu memperlihatkan sisi progressive rock yang sebenarnya. Tetapi untuk saya, seorang anak SMP pada tahun 80an, album itu benar-benar luar biasa. Di jaman punk mulai muncul, dan iklim musik di Indonesia masih bergenre pop, Genesis benar-benar terasa berbeda. Genesis-lah yang membuka mata, telinga dan hati saya untuk genre yang akhirnya banyak sekali mewarnai hidup saya. Ada perasaan yang berbeda ketika mendengarkan musik progressive ini. Musik yang kompleks dan tidak biasa, lirik yang tidak bercerita tentang cinta, lagu-lagu yang panjang dengan tema. Semua membuat perasaan yang aneh pada saya sejak saat itu. Apalagi setelah saya mulai memiliki album-...